Selasa, 16 November 2010
Minggu, 04 Juli 2010
Azab Sakaratul Maut
"Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa berbicara sekejab, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi diri kalian sendiri". (Imam Ghozali mengutip atsar Al-Hasan).
Datangnya Kematian Menurut Al Qur'an:
1. Kematian bersifat memaksa dan siap menghampiri manusia walaupun kita berusaha menghindarkan resiko-resiko kematian.
Katakanlah: "Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke tempat mereka terbunuh". Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam
hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati. [QS Ali Imran, 3:154]
2. Kematian akan mengejar siapapun meskipun ia berlindung di balik benteng yang kokoh atau berlindung di balik teknologi kedokteran yang canggih serta ratusan dokter terbaik yang ada di muka bumi ini.
Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: "Ini adalah dari sisi Allah", dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: "Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)". Katakanlah: "Semuanya (datang) dari sisi Allah". Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikit pun? [QS An-Nisa 4:78]
3. Kematian akan mengejar siapapun walaupun ia lari menghindar.
Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan". [QS al-Jumu'ah, 62:8]
4. Kematian datang secara tiba-tiba.
Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. [QS, Luqman 31:34]
5. Kematian telah ditentukan waktunya, tidak dapat ditunda atau dipercepat.
Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. [QS, Al-Munafiqun, 63:11]
Dahsyatnya Rasa Sakit Saat Sakaratul Maut
Sabda Rasulullah SAW :
"Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang" (HR Tirmidzi)
Sabda Rasulullah SAW :
"Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek ?" (HR Bukhari)
Atsar (pendapat) para sahabat Rasulullah SAW
Ka'b al-Ahbar berpendapat : "Sakaratul maut ibarat sebatang pohon berduri yang dimasukkan kedalam perut seseorang. Lalu, seorang lelaki menariknya dengan sekuat-kuatnya sehingga ranting itupun membawa semua bagian tubuh yang menyangkut padanya dan meninggalkan yang tersisa".
Imam Ghozali berpendapat : "Rasa sakit yang dirasakan selama sakaratul maut menghujam jiwa dan menyebar ke seluruh anggota tubuh sehingga bagian orang yang sedang sekarat merasakan dirinya ditarik-tarik dan dicerabut dari setiap urat nadi, urat syaraf, persendian, dari setiap akar rambut dan kulit kepala hingga kaki".
Imam Ghozali juga mengutip suatu riwayat ketika sekelompok Bani Israil yang sedang melewati sebuah pekuburan berdoa pada Allah SWT agar Ia menghidupkan satu mayat dari pekuburan itu sehingga mereka bisa mengetahui gambaran sakaratul maut. Dengan izin Allah melalui suatu cara tiba-tiba mereka dihadapkan pada seorang pria yang muncul dari salah satu kuburan. "Wahai manusia !", kata pria tersebut. "Apa yang kalian kehendaki dariku? Limapuluh tahun yang lalu aku mengalami kematian, namun hingga kini rasa perih bekas sakaratul maut itu belum juga hilang dariku."
Proses sakaratul maut bisa memakan waktu yang berbeda untuk setiap orang, dan tidak dapat dihitung dalam ukuran detik seperti hitungan waktu dunia ketika kita menyaksikan detik-detik terakhir kematian seseorang. Mustafa Kemal Attaturk, bapak modernisasi (sekularisasi) Turki, yang mengganti Turki dari negara bersyariat Islam menjadi negara sekular, dikabarkan mengalami proses sakaratul maut selama 6 bulan (walau tampak dunianya hanya beberapa detik), seperti dilaporkan oleh salah satu keturunannya melalui sebuah mimpi.
Rasa sakit sakaratul maut dialami setiap manusia, dengan berbagai macam tingkat rasa sakit, ini tidak terkait dengan tingkat keimanan atau kezhaliman seseorang selama ia hidup. Sebuah riwayat bahkan mengatakan bahwa rasa sakit sakaratul maut merupakan suatu proses pengurangan kadar siksaan akhirat kita kelak. Demikianlah rencana
Allah.
To be countinued......
~ * * * ~
Wallahu a'lam bish-shawab.
Dicatat oleh abiumar
Datangnya Kematian Menurut Al Qur'an:
1. Kematian bersifat memaksa dan siap menghampiri manusia walaupun kita berusaha menghindarkan resiko-resiko kematian.
Katakanlah: "Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke tempat mereka terbunuh". Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam
hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati. [QS Ali Imran, 3:154]
2. Kematian akan mengejar siapapun meskipun ia berlindung di balik benteng yang kokoh atau berlindung di balik teknologi kedokteran yang canggih serta ratusan dokter terbaik yang ada di muka bumi ini.
Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: "Ini adalah dari sisi Allah", dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: "Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)". Katakanlah: "Semuanya (datang) dari sisi Allah". Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikit pun? [QS An-Nisa 4:78]
3. Kematian akan mengejar siapapun walaupun ia lari menghindar.
Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan". [QS al-Jumu'ah, 62:8]
4. Kematian datang secara tiba-tiba.
Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. [QS, Luqman 31:34]
5. Kematian telah ditentukan waktunya, tidak dapat ditunda atau dipercepat.
Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. [QS, Al-Munafiqun, 63:11]
Dahsyatnya Rasa Sakit Saat Sakaratul Maut
Sabda Rasulullah SAW :
"Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang" (HR Tirmidzi)
Sabda Rasulullah SAW :
"Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek ?" (HR Bukhari)
Atsar (pendapat) para sahabat Rasulullah SAW
Ka'b al-Ahbar berpendapat : "Sakaratul maut ibarat sebatang pohon berduri yang dimasukkan kedalam perut seseorang. Lalu, seorang lelaki menariknya dengan sekuat-kuatnya sehingga ranting itupun membawa semua bagian tubuh yang menyangkut padanya dan meninggalkan yang tersisa".
Imam Ghozali berpendapat : "Rasa sakit yang dirasakan selama sakaratul maut menghujam jiwa dan menyebar ke seluruh anggota tubuh sehingga bagian orang yang sedang sekarat merasakan dirinya ditarik-tarik dan dicerabut dari setiap urat nadi, urat syaraf, persendian, dari setiap akar rambut dan kulit kepala hingga kaki".
Imam Ghozali juga mengutip suatu riwayat ketika sekelompok Bani Israil yang sedang melewati sebuah pekuburan berdoa pada Allah SWT agar Ia menghidupkan satu mayat dari pekuburan itu sehingga mereka bisa mengetahui gambaran sakaratul maut. Dengan izin Allah melalui suatu cara tiba-tiba mereka dihadapkan pada seorang pria yang muncul dari salah satu kuburan. "Wahai manusia !", kata pria tersebut. "Apa yang kalian kehendaki dariku? Limapuluh tahun yang lalu aku mengalami kematian, namun hingga kini rasa perih bekas sakaratul maut itu belum juga hilang dariku."
Proses sakaratul maut bisa memakan waktu yang berbeda untuk setiap orang, dan tidak dapat dihitung dalam ukuran detik seperti hitungan waktu dunia ketika kita menyaksikan detik-detik terakhir kematian seseorang. Mustafa Kemal Attaturk, bapak modernisasi (sekularisasi) Turki, yang mengganti Turki dari negara bersyariat Islam menjadi negara sekular, dikabarkan mengalami proses sakaratul maut selama 6 bulan (walau tampak dunianya hanya beberapa detik), seperti dilaporkan oleh salah satu keturunannya melalui sebuah mimpi.
Rasa sakit sakaratul maut dialami setiap manusia, dengan berbagai macam tingkat rasa sakit, ini tidak terkait dengan tingkat keimanan atau kezhaliman seseorang selama ia hidup. Sebuah riwayat bahkan mengatakan bahwa rasa sakit sakaratul maut merupakan suatu proses pengurangan kadar siksaan akhirat kita kelak. Demikianlah rencana
Allah.
To be countinued......
~ * * * ~
Wallahu a'lam bish-shawab.
Dicatat oleh abiumar
KAMIPUN TAK BISA BERPALING
oleh bunda fatma elly
kubuat syair untuk kalian
ranah kasih suciku tertabur
menghunjam rambat jauh ke dalam
di lubuk indah tanah mencengkeram
menebar benih menabur
menuai hasil menghibur
dalam tinta darah menyala
sebaris bait kalimat
rangsang inginku menikmat
kulihat itu semua
kusapa itu semua
gelora sukmaku membara
hai…siapa mereka
tanya hatiku berdebar
tatap wajahmu gemintang
di atas pandang menantang
bunga rasaku bersinar
membias binar berpendar
terlontar pesona menebar
anak muda… gumamku
sepuluh nama…sanggup mengubah
cakrawala hati manusianya..jadi berubah..
berubah, mengubah
mengubah, berubah
hati kagumku menyatu
dalam peluk rinduku berseru
bukankah mereka kekasih-kekasih Allah?
singa-singa berakal sehat
dalam mimbar ciptaNya
di atas puspa kembangnya
di kilau kencana
gerak tindaknya
nan ikhlas rida
pegun tertegun
tegak menegak
peka diriku terangsang
nyeruak masuk merasuk
rongga jiwaku membentuk
nuansa ke depan..gemilang
ah…anak-anakku…
mari beriring bergandeng tangan
sama mengerling kebesaran-Nya
sama bersanding dengan-Nya
kobarkan semangat korban meluruhsuruh... pada-Nya..
bersimpuh... terpana atas Besar-Nya
dan kamipun memang tidak bisa berpaling…
tertabur rasa dalam jiwa
tersemai benih atas sukma
tertuai harum dalam bunga
terpetik ranum atas buah
pohonpun menghunjam kuat
di bumi pijakan
tegar menegak di keseluruhan akar.. batangnya
dikehijauan tumbuh... rumun daunnya
di kerimbunan teduh payung tudungnya
peneduh kelana sang musafir cinta…
duh Tuhanku
menyimpuh rubuh kami dalam takluk
merebah tubuh dalam tunduk
menyembah sujud dalam takut
di pintuMu kami mengetuk
apa yang tergapai, belum tercapai
apa yang menjadi, belum mengisi
perjalanan ruhani masih panjang
persinggahan jasmani belum sampai
dalam titi tuju terangMu
hati diri hanya bagiMu
jalan menapak semakin nyeruak
gerak tindak terus tergerak
di atas jejak tetap menanjak
melangkah bersama
dalam derap rapi baris-Nya
menabur makna atas pikir
menakar isi atas hikmah
menoreh laku atas baik
bukit gunung itupun terhampir..
di sanalah kita berparkir
medan kebahagiaan sejati
menanti
dalam pesta wangi surgawi…
wallahu 'alam
terimalah puisiku dengan salam cintaku
berkah dan rahmat untuk kalian...'amiin...
kubuat syair untuk kalian
ranah kasih suciku tertabur
menghunjam rambat jauh ke dalam
di lubuk indah tanah mencengkeram
menebar benih menabur
menuai hasil menghibur
dalam tinta darah menyala
sebaris bait kalimat
rangsang inginku menikmat
kulihat itu semua
kusapa itu semua
gelora sukmaku membara
hai…siapa mereka
tanya hatiku berdebar
tatap wajahmu gemintang
di atas pandang menantang
bunga rasaku bersinar
membias binar berpendar
terlontar pesona menebar
anak muda… gumamku
sepuluh nama…sanggup mengubah
cakrawala hati manusianya..jadi berubah..
berubah, mengubah
mengubah, berubah
hati kagumku menyatu
dalam peluk rinduku berseru
bukankah mereka kekasih-kekasih Allah?
singa-singa berakal sehat
dalam mimbar ciptaNya
di atas puspa kembangnya
di kilau kencana
gerak tindaknya
nan ikhlas rida
pegun tertegun
tegak menegak
peka diriku terangsang
nyeruak masuk merasuk
rongga jiwaku membentuk
nuansa ke depan..gemilang
ah…anak-anakku…
mari beriring bergandeng tangan
sama mengerling kebesaran-Nya
sama bersanding dengan-Nya
kobarkan semangat korban meluruhsuruh... pada-Nya..
bersimpuh... terpana atas Besar-Nya
dan kamipun memang tidak bisa berpaling…
tertabur rasa dalam jiwa
tersemai benih atas sukma
tertuai harum dalam bunga
terpetik ranum atas buah
pohonpun menghunjam kuat
di bumi pijakan
tegar menegak di keseluruhan akar.. batangnya
dikehijauan tumbuh... rumun daunnya
di kerimbunan teduh payung tudungnya
peneduh kelana sang musafir cinta…
duh Tuhanku
menyimpuh rubuh kami dalam takluk
merebah tubuh dalam tunduk
menyembah sujud dalam takut
di pintuMu kami mengetuk
apa yang tergapai, belum tercapai
apa yang menjadi, belum mengisi
perjalanan ruhani masih panjang
persinggahan jasmani belum sampai
dalam titi tuju terangMu
hati diri hanya bagiMu
jalan menapak semakin nyeruak
gerak tindak terus tergerak
di atas jejak tetap menanjak
melangkah bersama
dalam derap rapi baris-Nya
menabur makna atas pikir
menakar isi atas hikmah
menoreh laku atas baik
bukit gunung itupun terhampir..
di sanalah kita berparkir
medan kebahagiaan sejati
menanti
dalam pesta wangi surgawi…
wallahu 'alam
terimalah puisiku dengan salam cintaku
berkah dan rahmat untuk kalian...'amiin...
SEPERCIK SERPIHAN
oleh Fatma Elly (catatan) 29 Mei 2010 jam 20:58
sepercik serpihan
oleh: fatma elly
1
rasa itu sembunyi
di lubuk hati
mengikuti di setiap pergi
oh Tuhanku
Engkau memang mempesona
di atas kuasa-Mu
perkasa
siapa tak sadar tuk memuja
besar agung-Mu tuk dicinta
api cintaku membenam
di keharibaan-Mu
aku Kau genggam
dan aku tidak bisa berpaling
pada setiap aku mengerling…
2
titik air beningku berlinang
tawa cerah jiwaku menghilang
kutatap lemah khilaf dosaku terpampang
sesak nafas leherku mencekik
garang pekik teriakku meradang
lintangmelintang
alang kepalang
duh Tuhanku
saat rahmat menyapa
kutersedar dari lupa
Kau tetapkan atas diri-Mu kasih dan sayang
asaku menebar
memancar sinar berpendar
di setiap rumah kamar hatiku bersinar
benderang cahaya-Mu menyebar
3
selimut diriku menyelimut
terlelap aku digiur mimpi
beku tubuhku terbaring
layaknya mati di pembaringan
berguling sedikit tiada arti
di tengah gelimang keterlenaan
hai orang berselimut
bangkit dan bangunlah
suara itu berkumandang
menyeru dan memerintah
sambutlah pagi dengan cahaya
bunuh lelapmu dengan segera
dan aku tergagap engah
kulempar selimut dari tidurku
kubuka topeng dari wajahku
dan akupun bangkit!
sadar membangkitkanku dari kelelapan
salat dan ingat
fungsi baikku bagi kehidupan
ya Allah...
kusongsong engkau dan kusambut!
wallahu 'alam..
sepercik serpihan
oleh: fatma elly
1
rasa itu sembunyi
di lubuk hati
mengikuti di setiap pergi
oh Tuhanku
Engkau memang mempesona
di atas kuasa-Mu
perkasa
siapa tak sadar tuk memuja
besar agung-Mu tuk dicinta
api cintaku membenam
di keharibaan-Mu
aku Kau genggam
dan aku tidak bisa berpaling
pada setiap aku mengerling…
2
titik air beningku berlinang
tawa cerah jiwaku menghilang
kutatap lemah khilaf dosaku terpampang
sesak nafas leherku mencekik
garang pekik teriakku meradang
lintangmelintang
alang kepalang
duh Tuhanku
saat rahmat menyapa
kutersedar dari lupa
Kau tetapkan atas diri-Mu kasih dan sayang
asaku menebar
memancar sinar berpendar
di setiap rumah kamar hatiku bersinar
benderang cahaya-Mu menyebar
3
selimut diriku menyelimut
terlelap aku digiur mimpi
beku tubuhku terbaring
layaknya mati di pembaringan
berguling sedikit tiada arti
di tengah gelimang keterlenaan
hai orang berselimut
bangkit dan bangunlah
suara itu berkumandang
menyeru dan memerintah
sambutlah pagi dengan cahaya
bunuh lelapmu dengan segera
dan aku tergagap engah
kulempar selimut dari tidurku
kubuka topeng dari wajahku
dan akupun bangkit!
sadar membangkitkanku dari kelelapan
salat dan ingat
fungsi baikku bagi kehidupan
ya Allah...
kusongsong engkau dan kusambut!
wallahu 'alam..
Benarkah al-Qur’an yang ada hari ini masih asli, dan tidak ada perubahan!?
Communication By ~Jeanny Dive~
Bumi Allah, 1 Juni 2010.
Bismillaahir rohmanir rohiim
Assalamu’alaykum warohmatullaahi wa barokaatu.
Saudara-saudariku kekasih Rasulullah SAW yang Jean cintai karena Allah…
Sungguh sangat banyak tulisan ‘ngaco’ yang menyesatkan di alam maya ini, dan menuduh sekaligus memfitnah al-Qur’an kita tercinta mereka katakan sudah TIDAK ASLI. !?Astaghfirullaah..!!!
Untuk itu kami berkewajiban menjawab tuduhan dan fitnah itu dengan keterangan yang sebenar-benarnya, serta silakan bagi saudara-saudariku memanfaatkan hujjah berikut ini :
AL-QUR’AN YANG ADA HARI INI ADALAH OTENTIK, yaitu sama persis yang ada pertama kali tanpa ada penambahan atau pengurangan sedikit pun.
Menurut Dr. Subhi Salih, “Al-Qur’an berasal dari kalimat qaraa yang berarti
Bumi Allah, 1 Juni 2010.
Bismillaahir rohmanir rohiim
Assalamu’alaykum warohmatullaahi wa barokaatu.
Saudara-saudariku kekasih Rasulullah SAW yang Jean cintai karena Allah…
Sungguh sangat banyak tulisan ‘ngaco’ yang menyesatkan di alam maya ini, dan menuduh sekaligus memfitnah al-Qur’an kita tercinta mereka katakan sudah TIDAK ASLI. !?Astaghfirullaah..!!!
Untuk itu kami berkewajiban menjawab tuduhan dan fitnah itu dengan keterangan yang sebenar-benarnya, serta silakan bagi saudara-saudariku memanfaatkan hujjah berikut ini :
AL-QUR’AN YANG ADA HARI INI ADALAH OTENTIK, yaitu sama persis yang ada pertama kali tanpa ada penambahan atau pengurangan sedikit pun.
Menurut Dr. Subhi Salih, “Al-Qur’an berasal dari kalimat qaraa yang berarti
bacaan. Ia merupakan qalam Allah berbentuk mu’jizat yang diturunkan kepada Rasulullah saw dan ditulis di atas mushaf melalui riwayat yang mutawatir dan membacanya merupakan ibadah.”
KEMURNIAN AL-QUR’AN TERPELIHARA MELALUI 4 CARA :
1. Sahabat-sahabat Rasulullah menulis wahyu secara terus menerus seperti yang diturunkan kepada Rasulullah saw. Para penulis wahyu yang terkenal, yaitu Zaid bin Tsabit, Ubay bin Ka’ab, Muaz bin Jabal, Muawiyah bin Abu Sofyan dan Khalifah yang empat.
2. Di kalangan para sahabat banyak yang hafal al-Qur’an secara menyeluruh.
3. Kesemua sahabat yang bukan hafidz sebagian al-Qur’an untuk dibaca di dalam sholat mereka masing-masing.
4. Sebahagian sahabat mempunyai catatan al-Qur’an untuk rujukan pribadi sesuai dengan peringkat wahyu turun.
PADA ZAMAN KHALIFAH ABU BAKAR RA, catatan-catatan al-Qur’an ini dihimpun kemudian ditulis ulang pada lembaran khusus oleh Zaid bin Tsabit kemudian di simpan oleh Khalifah Abu Bakar ra. Ketika menulisnya, Zaid bin Tsabit menggunakan metode yang sangat teliti. Lembaran yang beliau salin hanyalah lembaran yang betul-betul ditulis oleh yang bersangkutan dihadapan Rasulullah saw, dan untuk setiap lembaran yang akan disalin, kembali beliau meminta dua orang dari kalangan sahabat yang hafidz al-Qur’an untuk menjadi saksi dan mengesahkan kebenaran catatan pada lembaran tadi.
SETELAH KHALIFAH ABU BAKAR WAFAT, Khalifah Umar bin Khatab menyimpan mushaf ini, dan setelah beliau wafat mushaf ini diserahkan kepada salah seorang istri Rasulullah saw, Ummul Mukminin Hafsah. Pada zaman Khalifah Utsman ra, atas nasihat seorang sahabat, Hudzaifah bin Yaman ra, lembaran yang ada pada Ummul Mukminin Hafsah diambil untuk disalin kembali dan dibukukan secara resmi.
Orang yang terlibat dalam pembukuan al-Qur’an ini adalah sahabat Zaid bin Tsabit, Abdullah bin Zubair, Said bin As, dan Abdurrahman bin Harits. Lima naskah ditulis dan di antar ke Makkah, Syria, Kufah, Barah, dan satu lagi di tinggal di Madinah.
NASKAH YANG ADA DI MADINAH KEMUDIAN DIBAWA OLEH TENTARA TURKI KE ISTAMBUL SEBELUM DIPINDAHKAN KE BERLIN PADA PERANG DUNIA I. Akhirnya naskah tersebut dikembalikan ke Istambul melalui Perjanjian Versailles selepas PD I dan hingga hari ini berada disana. Sebuah lagi naskah yang ditulis pada zaman Khalifah Utsman tersebut disimpan di Samarkand pada tahun 1485M. Kemudian, pada tahun-tahun 1924 naskah tersebut dibawa ke Tashkent, Uzbekistan dan bertahan hingga saat ini.
SUBHANALLAH, PADA TAHUN 1965, PAKAR-PAKAR ARKEOLOGI MENEMUKAN MANUSKRIP AL-QUR’AN YANG DITULIS PADA ABAD PERTAMA HIJRAH DI MASJID SANAA, YAMAN. Masjid ini didirikan pada zaman Rasulullah saw, yakni abad ke-enam hijriyah. Sebagian manuskrip yang ditemukan di sana diyakini ditulis oelh Sayidina Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Tsabit, dan Salman al-Farisi. Pihak UNESCO mengeluarkan CD khas karena penemuan ini berkenaan dengan program ‘Memory of the World’ yang diadakan baru-baru ini.
Wahai saudara-saudariku kekasih Rasulullah SAW tercinta rahimakumullaah…
SUNGGUH SEMUA HAL ITU MEMBUKTIKAN BAHWA AL-QUR’AN TERUS TERPELIHARA HINGGA HARI INI. Sehubungan dengan ini, Sir William Muir berkata, “Kemungkinan besar tidak ada satu kitab pun di dunia ini yang mampu bertahan seperti al-Qur’an selama 12 abad (kini 15 abad) dalam keadaan asli.”
Professor Laura Veccia Vaglieri di dalam bukunya “An Interpretation of Islam”, mengatakan : “Satu lagi bukti yang menunjukkan al-Qur’an sebenarnya datang dari Tuhan adalah kesucian teksnya yang tidak pernah tercemar berabad-abad hingga hari ini, dan saya yakin ia akan kekal sampai kapan pun.”
KREDIBILITAS HISTORIS AL-QUR’AN :
Pada zaman modern ini, segala hal termasuk kitab suci tidak lepas dari investigasi atas keotentikannya. Satu cabang ilmu telah lahir, yaitu historical criticisme, yang melakukan kritisisme kelas tinggi terhadap berbagai hal yang mengundang kebenaran sejarah. Dengan metode ini dilakukan uji kritis atas semua kitab suci, termasuk al-Qur’an dan Injil.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa HANYA AL-QUR’AN yang memiliki kredibilitas histories, artinya al-Qur’an adalah kitab yang benar-benar asli, tidak ada rekayasa siapapun dalam perkembangannya. Sebaliknya kitab-kitab lain disimpulkan sebagai kitab-kitab dogmatis yang keotentikan historisnya sangat jauh.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :
“Tidaklah mungkin Al Quran ini dibuat oleh selain Allah; akan tetapi (Al Quran itu) membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Rabb semesta alam .” (QS. Yunus {10}:37).
Shadaqallahul’adzhiim…
Sungguh Mahasuci Allah dengan segala kehendak-Nya.
Billahit-taufiq wal-hidayah,
Wassalamu’alaykum wr.wb.
KEMURNIAN AL-QUR’AN TERPELIHARA MELALUI 4 CARA :
1. Sahabat-sahabat Rasulullah menulis wahyu secara terus menerus seperti yang diturunkan kepada Rasulullah saw. Para penulis wahyu yang terkenal, yaitu Zaid bin Tsabit, Ubay bin Ka’ab, Muaz bin Jabal, Muawiyah bin Abu Sofyan dan Khalifah yang empat.
2. Di kalangan para sahabat banyak yang hafal al-Qur’an secara menyeluruh.
3. Kesemua sahabat yang bukan hafidz sebagian al-Qur’an untuk dibaca di dalam sholat mereka masing-masing.
4. Sebahagian sahabat mempunyai catatan al-Qur’an untuk rujukan pribadi sesuai dengan peringkat wahyu turun.
PADA ZAMAN KHALIFAH ABU BAKAR RA, catatan-catatan al-Qur’an ini dihimpun kemudian ditulis ulang pada lembaran khusus oleh Zaid bin Tsabit kemudian di simpan oleh Khalifah Abu Bakar ra. Ketika menulisnya, Zaid bin Tsabit menggunakan metode yang sangat teliti. Lembaran yang beliau salin hanyalah lembaran yang betul-betul ditulis oleh yang bersangkutan dihadapan Rasulullah saw, dan untuk setiap lembaran yang akan disalin, kembali beliau meminta dua orang dari kalangan sahabat yang hafidz al-Qur’an untuk menjadi saksi dan mengesahkan kebenaran catatan pada lembaran tadi.
SETELAH KHALIFAH ABU BAKAR WAFAT, Khalifah Umar bin Khatab menyimpan mushaf ini, dan setelah beliau wafat mushaf ini diserahkan kepada salah seorang istri Rasulullah saw, Ummul Mukminin Hafsah. Pada zaman Khalifah Utsman ra, atas nasihat seorang sahabat, Hudzaifah bin Yaman ra, lembaran yang ada pada Ummul Mukminin Hafsah diambil untuk disalin kembali dan dibukukan secara resmi.
Orang yang terlibat dalam pembukuan al-Qur’an ini adalah sahabat Zaid bin Tsabit, Abdullah bin Zubair, Said bin As, dan Abdurrahman bin Harits. Lima naskah ditulis dan di antar ke Makkah, Syria, Kufah, Barah, dan satu lagi di tinggal di Madinah.
NASKAH YANG ADA DI MADINAH KEMUDIAN DIBAWA OLEH TENTARA TURKI KE ISTAMBUL SEBELUM DIPINDAHKAN KE BERLIN PADA PERANG DUNIA I. Akhirnya naskah tersebut dikembalikan ke Istambul melalui Perjanjian Versailles selepas PD I dan hingga hari ini berada disana. Sebuah lagi naskah yang ditulis pada zaman Khalifah Utsman tersebut disimpan di Samarkand pada tahun 1485M. Kemudian, pada tahun-tahun 1924 naskah tersebut dibawa ke Tashkent, Uzbekistan dan bertahan hingga saat ini.
SUBHANALLAH, PADA TAHUN 1965, PAKAR-PAKAR ARKEOLOGI MENEMUKAN MANUSKRIP AL-QUR’AN YANG DITULIS PADA ABAD PERTAMA HIJRAH DI MASJID SANAA, YAMAN. Masjid ini didirikan pada zaman Rasulullah saw, yakni abad ke-enam hijriyah. Sebagian manuskrip yang ditemukan di sana diyakini ditulis oelh Sayidina Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Tsabit, dan Salman al-Farisi. Pihak UNESCO mengeluarkan CD khas karena penemuan ini berkenaan dengan program ‘Memory of the World’ yang diadakan baru-baru ini.
Wahai saudara-saudariku kekasih Rasulullah SAW tercinta rahimakumullaah…
SUNGGUH SEMUA HAL ITU MEMBUKTIKAN BAHWA AL-QUR’AN TERUS TERPELIHARA HINGGA HARI INI. Sehubungan dengan ini, Sir William Muir berkata, “Kemungkinan besar tidak ada satu kitab pun di dunia ini yang mampu bertahan seperti al-Qur’an selama 12 abad (kini 15 abad) dalam keadaan asli.”
Professor Laura Veccia Vaglieri di dalam bukunya “An Interpretation of Islam”, mengatakan : “Satu lagi bukti yang menunjukkan al-Qur’an sebenarnya datang dari Tuhan adalah kesucian teksnya yang tidak pernah tercemar berabad-abad hingga hari ini, dan saya yakin ia akan kekal sampai kapan pun.”
KREDIBILITAS HISTORIS AL-QUR’AN :
Pada zaman modern ini, segala hal termasuk kitab suci tidak lepas dari investigasi atas keotentikannya. Satu cabang ilmu telah lahir, yaitu historical criticisme, yang melakukan kritisisme kelas tinggi terhadap berbagai hal yang mengundang kebenaran sejarah. Dengan metode ini dilakukan uji kritis atas semua kitab suci, termasuk al-Qur’an dan Injil.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa HANYA AL-QUR’AN yang memiliki kredibilitas histories, artinya al-Qur’an adalah kitab yang benar-benar asli, tidak ada rekayasa siapapun dalam perkembangannya. Sebaliknya kitab-kitab lain disimpulkan sebagai kitab-kitab dogmatis yang keotentikan historisnya sangat jauh.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :
“Tidaklah mungkin Al Quran ini dibuat oleh selain Allah; akan tetapi (Al Quran itu) membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Rabb semesta alam .” (QS. Yunus {10}:37).
Shadaqallahul’adzhiim…
Sungguh Mahasuci Allah dengan segala kehendak-Nya.
Billahit-taufiq wal-hidayah,
Wassalamu’alaykum wr.wb.
SEDIKIT CUPLIKAN
oleh Fatma Elly (catatan) 05 Juni 2010 jam 16:40
Audzubilllahiminassyaitonirrajiim
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum warahmatullahi
wabarakaatuh
Alhamdulillah dalam situasi seperti ini, kucuplik sebuah tulisan dari buku: “Kenapa Palestina; Renungan Seorang Ibu”, Establitz, November 2008
Semoga cuplikan ini bisa membawa dan mendatangkan manfaatnya…’amiin..
Buku tersebut, sebagai suatu Rangkuman Visual, kubuat berdasarkan ibrah yang kuambil dari Al Qur’an, Hadis, Sirah Nabawy, dan referensi buku sebanyak enampuluhan, dan 71 kepustakaan. Yang menyangkut masalah internal umat Islam, selain eksternal mereka yang berada di luarnya.
Terutama masalah Palestina itu sendiri…yang kuanggap bukan hanya masalah bangsa/rakyat Palestina, Arab dan kaum muslimin saja, tapi juga masalah kemanusiaan.
Di mana kita yang memiliki secercah rasa…tentunya tak bisa berlepas diri. Merasa acuh terhadap kondisi rakyat/bangsa Palestina yang terjajah dan tertindas semenjak puluhan tahun yang lalu.
Bahkan mungkin lebih, pada saat ia berada di bawah protektorat Inggris. Dan menjadi ladang perebutan dan pergulatan di antara
Audzubilllahiminassyaitonirrajiim
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum warahmatullahi
wabarakaatuh
Alhamdulillah dalam situasi seperti ini, kucuplik sebuah tulisan dari buku: “Kenapa Palestina; Renungan Seorang Ibu”, Establitz, November 2008
Semoga cuplikan ini bisa membawa dan mendatangkan manfaatnya…’amiin..
Buku tersebut, sebagai suatu Rangkuman Visual, kubuat berdasarkan ibrah yang kuambil dari Al Qur’an, Hadis, Sirah Nabawy, dan referensi buku sebanyak enampuluhan, dan 71 kepustakaan. Yang menyangkut masalah internal umat Islam, selain eksternal mereka yang berada di luarnya.
Terutama masalah Palestina itu sendiri…yang kuanggap bukan hanya masalah bangsa/rakyat Palestina, Arab dan kaum muslimin saja, tapi juga masalah kemanusiaan.
Di mana kita yang memiliki secercah rasa…tentunya tak bisa berlepas diri. Merasa acuh terhadap kondisi rakyat/bangsa Palestina yang terjajah dan tertindas semenjak puluhan tahun yang lalu.
Bahkan mungkin lebih, pada saat ia berada di bawah protektorat Inggris. Dan menjadi ladang perebutan dan pergulatan di antara
bangsa-bangsa…
Baik Inggris itu sendiri, Perancis, Rusia maupun Amerika Serikat..apalagi Israel…
Buku ini lebih banyak berbicara masalah historis dari semenjak sebelum Masehi hingga ke Awal Masehi, abad Pertengahan, dan saat terjadi Declaration of Balfour..bahkan sampai masa kini…dengan segala hiruk-pikuk permasalahannya yang tidak juga selesai.
Meski ada beberapa resolusi yang ditelurkan PBB. Baik 181, 242, 338, dan sebagainya lagi, yang sampai saat ini hanya merupakan kata di atas kertas..tanpa bukti yang nyata dalam realitas pelaksanaannya.
Yang membuat kita miris dan sedih di atas pemikiran akan nasib rakyat Palestina itu sendiri.
Kuharap sebetulnya, buku ini patut dibaca sebagai wawasan sejarah, politik, sosial dan budaya, juga ideologi dan agama. Meski di sana di sini dibumbui hingga seperti suatu campur sari yang intinya juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Jasmani maupun rohani.
Sebagaimana laiknya karakter aku di dalam menulis sesuatu. Yang tak lepas dari nuansa fiksi dan non fiksinya.
Karena bagiku..visi dan misi, informasi dan nilai-nilai ajaran yang dikandung, yang terdapat dalam buku, jika kiranya nyambung dan dipahami pembaca serta disukainya..cukuplah…
Selamat membaca, dan insyaallah berkenan adanya.
Bilamanapun tidak, kumohonkan maaf atasnya..
Billahi taufik wal hidayah..fatma elly…
SEDIKIT CUPLIKAN
Oleh: Fatma Elly
SUATU SAAT, ia mengajak seseorang bicara, untuk ikut memperhatikan masalah Palestina, yang rakyatnya dibantai dan dibuat semena-mena oleh Israel.
Dan orang yang diajak bicara itu, merasa tidak senang dengan ini. Seperti terganggu.
Malah berkata sinis dengan wajah gusar:
“Aneh ya kamu ini. Orang sudah stress dan pusing memikirkan keadaan diri sendiri dan keluarga, akibat segala kenaikan harga, dengan morat-marit ekonomi yang tak keruan ini, dan macam-macam musibah, eeh kamu malah menyuruh memikirkan dan memperhatikan masalah Palestina, yang bukan negara kita, dan jauh lagi!”
“Apa kamu memang tidak mempunyai masalah? tidak mempunyai perasaan dan pikiran?,” akhirnya orang yang diajak bicara itu balik bertanya. Seraya meninggalkan pembicaraan dan dirinya, dengan raut wajahnya yang masam. Tidak mau lagi berbincang dan bercakap-cakap dengannya.
SEDANG IA SENDIRi, di dalam benaknya, hanya bisa berpikir dan bersuara:
“Apakah kamu juga tidak tahu, bahwa morat-maritnya ekonomi, bobrok hancurnya akhlak anak bangsa ini, hancur luluhnya kehidupan, tumpah-ruahnya kejahatan, salah satu penyebabnya adalah karena masalah Palestina itu?”
“Negara tirai atau pembatas, yang sengaja diciptakan Zionis untuk memecah belah umat Islam, di jantung mana agama dan umat itu dilahirkan. Mempertipis iman dan keislamannya, merusak akhlak dan amalnya?”
“Menggelayutinya dengan faham-faham dan ajaran serta ideologi, memperbodohnya dengan kezaliman, di atas hawa nafsu dan giuran setan? memperkaya, memuaskan hawa nafsu angkara terhadap dunia dan materialisme, kebebasan dan keserbabolehan, di atas dendam agama dan ideologi, sejarah peradaban dan hegemoni kekuasaan, yang pernah teraih?”
“Kesombongan dan kebanggaan, iri dan dengki, merasa sebagai ras ‘pilihan tuhan’, di mana bukan hanya dunia dan segala isi ini diperuntukkan bagi mereka, tapi juga surga?
“Sehingga mereka berpendapat, kalaupun mereka tersentuh neraka, hanya sekedar beberapa hari saja?”
“Dan mereka berkata: “Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja.”
Katakanlah: “Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?”. (Bukan demikian), yang benar, barangsiapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (QS 2: 80-81)
SEMENTARA ITU, ‘Dunia Dalam Berita’ memperlihatkan hal-hal yang memilukan. Membuat dada ibu itu lebih kesal dan sedih lagi.
SIAPA SIH YANG TEGA, melihat anak-anak, orang tua, perempuan, pemuda-pemudi, dengan wajah pucat pasi kemudian menjadi merah, histeris menangis, berteriak menahan kesedihan kemarahan, di hadapan mayat keluarga, dengan tubuh-tubuh mereka yang berlumuran darah, di atas dentuman peluru dan serangan bom Israel?
“Manusia yang tak memiliki hati nurani sajalah, yang mungkin cuek dan bermasabodoh!” Gerutunya geram.
INFORMASI yang disampaikan televisi, mempertontonkan kematian tiga orang pemuda Palestina. Mereka yang syahid diterjang peluru Israel.
Sementara dalam berita atau informasi tersebut, tidak pernah dikatakan seperti itu.
Paling-paling hanya dinyatakan; ’mati atau tewas’, dan bukan syahid!
Sedang alasan pembunuhan dan pembantaian, biasanya dikatakan sebagai; tindak balas Israel di dalam mempertahankan diri, atas serangan para teroris militan Palestina. Terutama Hamas dan Jihad Islam.
SUATU ARGUMENTASI yang menutupi aksi brutal Israel, di atas penindasan dan penjajahan yang mereka lakukan terhadap rakyat dan bangsa Palestina. Di wilayah dan tanah air mereka yang sah menurut sejarah!
SEKELUMIT SEJARAH
Bicara tentang sejarah, konon Yahudi dan Zionis mengklaim; bahwa Palestina adalah milik mereka. Atas status sebagai penduduk asli dari ‘tanah yang dijanjikan Tuhan’; anak cucu Ibrahim as, melalui Ishaq, Ya’kub, Daud, Sulaiman dan Musa a.s.
Padahal menurut Prof. Henry Cattan, seorang ahli sejarah dan hukum internasional kelahiran Jerusalem, berdasarkan penyelidikannya secara ilmiah dan objektif di dalam bukunya, “Plestine, The Arabs and Israel; The Search for Justice”, 1969, dinyatakan, bahwa orang-orang Israel itu bukan penduduk asli Palestina.
Orang-orang Israel, pada abad ke 12 sebelum Masehi, datang ke Palestina dari Mesir.
Setelah mereka ditaklukkan oleh tentara Romawi, mereka mengembara ke mana-mana. Terutama ke Eropa Timur, Tengah, Barat; sampai abad 18 dan 19, akhirnya menjadi orang Barat sama sekali!
Dan memang, dalam abad-abad itu, orang Yahudi mengalami pengejaran oleh orang-orang Barat asli.
Zaman ‘Diaspora’, atau zaman “perantauan akibat pengejaran” rakyat Yahudi di Eropa, sangat memilukan.
Oleh karenanya, ‘dapat dipahami’, bahwa gerakan orang-orang Yahudi dalam perantauan dan pengejaran untuk memperoleh sebuah perumahan bangsa Yahudi tersendiri, mendapat simpati dan dukungan Inggris!
WAKTU INGGRIS merencanakan untuk memberikan wilayah perumahan Yahudi di Kenya, jajahan Inggris di Afrika, di sana terdapat tanah dataran tinggi yang subur. Iklim yang baik sekali bagi orang Yahudi dari Eropa.
Tetapi, sewaktu Perang Dunia Pertama, melihat betapa vitalnya wilayah Palestina bagi negara-negara Barat, khususnya Inggris, yang melihat taktik dan strategi Jerman menyerbu ke Timur Tengah melalui Turki, demi membangkitkan sentimen anti Inggris di kalangan Dunia Arab, terjadilah perubahan niat Inggris tersebut.
Wilayah Palestina yang mandatnya pada waktu itu dipegang oleh Inggris, merupakan suatu “soft under belly”; suatu kawasan vital, ibarat bagian perut bawah yang lemah, yang dapat membahayakan posisi strategi Inggris di Timur Tengah.
Dan itu pulalah, yang menyebabkan perubahan politik Inggris untuk memindahkan konsepsi perumahan bangsa Yahudi dari Kenya, ke Palestina. Hal mana, memang menjadi tuntutan oleh mayoritas kaum Zionis Internasional, berdasarkan Kitab Injil kuno dan agama Yahudi.
Itu pula, latar belakang yang menyebabkan lahirnya Deklarasi Balfour tahun 1917.
(Dr Roeslan Abdoelgani pada artikel ‘Solidaritas Indonesia terhadap Palestina: Suatu Tinjauan Historis, yang disampaikan pada Diskusi Pekan Persahabatan Indonesia-Palestina, yang diselenggarakan oleh BKK-KUA Universitas Islam Indonesia, di Yogyakarta, 13-18 Januari 1992. Di dalam buku: “Palestina, Solidaritas Islam Dan Tata politik Dunia Baru, editor: M. Riza Sihbudi & Achmad Hadi, Pustaka Hidayah, 1992, hal 112-113)
PENGKLAIMAN Yahudi Zionis terhadap Palestina sebagai pemilik sah tanah tersebut, dan bagaimana Israel, Amerika Serikat, Eropa, banyak melakukan kezaliman dan ketidakadilan, menindas dan memperkosa hak-hak asasi bangsa dan rakyat Palestina, menjadikan perempuan itu teringat pula pada pernyataan Presiden Iran, yaitu Mahmoud Ahmadinejad; Yang menyerukan agar Israel ‘dihapuskan dari peta dunia’.
Yang lalu dengan pernyataannya itu, menjadikan elite pemerintahan Amerika Serikat dan sekutu Zionis, menjadi sangat berang!
“PADAHAL WAJAR,” pikir ibu itu lagi sambil merenung, “kalau sampai Presiden Iran tersebut menjadi geram dan mengeluarkan pernyataan seperti itu.
Karena bukankah, kebrutalan dan kezaliman Zionis Israel, telah membuat rakyat dan bangsa Palestina menderita?
"Nyata, Israel dengan Zionismenya itu, memang ingin menghilangkan identitas Palestina sebagai sebuah bangsa.” Hati si ibu kembali bergemuruh dengan rintihan.
Mengingat pembantaian, pembunuhan, pengusiran, pemukiman warga Yahudi secara paksa di wilayah Palestina.
Suatu aksi ‘ethnocide’, di atas pembalasan genocide yang dilakukan Jerman dengan tokoh faksisnya Hitler, kepada bangsa Palestina, yang notabene sama sekali tak ada sangkut-pautnya dalam hal itu!
PERBUATAN ANEH, tak masuk di akal sehat, karena pembalasan dan kezaliman yang dilakukan bangsa lain terhadap mereka, malah ditimpakan, dan dijadikan sasaran pembalasan kepada bangsa Palestina, yang tidak melakukan itu, dan tidak bersalah sama sekali!
TRAGI DAN IRONINYA, rakyat dan bangsa-bangsa di dunia, hanya menjadi ‘penonton’.
OKI dan Liga Arab, sebagai ‘macan ompong’, tak bisa berbuat sesuatu yang berarti, di atas kezaliman dan ketidakadilan ini!
KEKESALAN DAN KEGERAMAN perempuan itu, semakin melanda. Wajahnya merah, sinar matanya garang!
SELAMA MEMEGANG kekuasaan di Palestina, Inggris telah mengizinkan orang Yahudi dari berbagai penjuru dunia, terutama Eropa, pindah secara besar-besaran ke Palestina.
Pada tahun 1919 saja misalnya, orang Yahudi di Palestina hanya berjumlah kurang lebih 58.000 orang. Tetapi pada tahun 1936, orang Yahudi telah berjumlah 348.000 orang.
Apalagi ditambah dengan pembelian tanah yang dilakukan mereka pada orang Arab.
Padahal, selama pemerintahan Ottoman Empire, Khilafah Utsmaniyah, orang Yahudi tidak dibolehkan membeli tanah di Palestina. (Lukman Harun, “Partisipasi Dan Solidaritas Rakyat Indonesia Di dalam Membantu Perjuangan Palestina: Pendekatan Sejarah” Di dalam buku: “Palestina, Solidaritas Islam Dan Tata politik Dunia Baru, editor: M. Riza Sihbudi & Achmad Hadi, Pustaka Hidayah, 1992, hal 118)
“14 Mei 1948, Yahudi memproklamirkan kemerdekaan. Menyatakan berdirinya negara Israel.
Sedang sebelumnya, resolusi PBB No.181 tahun 1947 menyatakan; bahwa wilayah Palestina dibagi menjadi dua bagian; satu negara Arab Palestina, satu lagi negara Yahudi.
TAPI ANEH, hingga saat ini, ‘Negara Palestina Merdeka’, tidak juga terealisasi. Penjajahan dan penindasan Israel, semakin menjadi-jadi. Apakah dalam bentuk ‘keinginan yang harus diperturutkan, atau kesombongan yang menghinakan’.
Meskipun PBB telah mengeluarkan begitu banyak resolusi. Baik resolusi 242 tahun 1967 dan 338 tahun 1973. Yang meminta agar Israel mundur dari wilayah yang diduduki setelah perang 1967 dan 1973.
SEMENTARA ITU, pemukiman dan kezaliman terhadap wilayah dan rakyat Palestina, semakin bertambah-tambah.
Balita atau anak-anak kecil, orang tua atau wanita, apalagi lelaki, remaja, pemuda serta orang dewasa, mereka bantai dan bunuh tanpa pandang bulu.
Disiksa dan dipenjarakan. Di tempatkan pada kamp-kamp pengungsi yang kumuh, tanpa mengenal rasa kemanusiaan.
ANEHNYA, tidak sampai sepekan setelah pernyataan George Bush di Annapolis, Maryland, Amerika Serikat, November 2007, yang menjanjikan Palestina Merdeka, berdasarkan Perikatan Perjanjian Perdamaian Oslo, dengan ‘Peta Jalan Damai’ nya, Israel sudah membangun ratusan rumah pemukiman Yahudi di Jerusalem!
WAJAH IBU itu semakin merona merah atas ingatan ini. Hatinya tertimbun geram dan jengkel pula, atas kelakuan Amerika Serikat dan Israel itu.
“Tak pelak, kalau George Orwell, atau Noam Chomsky, sebagai pakar linguistik, melukiskan bahwa telah terjadi manipulasi kata dengan pengalihan makna.
‘Perjanjian Perdamaian’, bisa saja berubah menjadi, ’peperangan atau nyerah total,’ di atas kemauan dan keinginan,” pikirnya. (Kenapa Palestina; Renungan Seorang Ibu”, Fatma Elly, Establitz, 2008)
Begitulah ‘Sedikit Cuplikan’ yang bisa kutampilkan saat ini. Mengingat serangan Israel atas kapal kemanuisaan, yang ingin membantu rakyat Palestina Khususnya di Gaza, yang telah mengalami pemboikotan selama empat tahun.
Suatu duka cerita bangsa dan rakyat Palestina yang dijajah di atas tanah air mereka sendiri.
Yang telah diprmainkan mereka yang berkuasa dan sedang memegang hegemoni kekuasaan, di atas, dan di tengah politik kepentingan diri, Negara dan bangsa lain, dari mereka yang tidak peduli…
SUATU IRONI DAN TRAGEDI, yang bisa saja membuat mata mereka yang memiliki hati dan rasa, menitikkan titik-titik airnya…
Atau mereka yang acuh dan beku hatinya..tak mau melayangkan sejenakpun mata dan pandangnya ke sana…apalagi membantu atau membela…
Wallahu a’lam
Baik Inggris itu sendiri, Perancis, Rusia maupun Amerika Serikat..apalagi Israel…
Buku ini lebih banyak berbicara masalah historis dari semenjak sebelum Masehi hingga ke Awal Masehi, abad Pertengahan, dan saat terjadi Declaration of Balfour..bahkan sampai masa kini…dengan segala hiruk-pikuk permasalahannya yang tidak juga selesai.
Meski ada beberapa resolusi yang ditelurkan PBB. Baik 181, 242, 338, dan sebagainya lagi, yang sampai saat ini hanya merupakan kata di atas kertas..tanpa bukti yang nyata dalam realitas pelaksanaannya.
Yang membuat kita miris dan sedih di atas pemikiran akan nasib rakyat Palestina itu sendiri.
Kuharap sebetulnya, buku ini patut dibaca sebagai wawasan sejarah, politik, sosial dan budaya, juga ideologi dan agama. Meski di sana di sini dibumbui hingga seperti suatu campur sari yang intinya juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Jasmani maupun rohani.
Sebagaimana laiknya karakter aku di dalam menulis sesuatu. Yang tak lepas dari nuansa fiksi dan non fiksinya.
Karena bagiku..visi dan misi, informasi dan nilai-nilai ajaran yang dikandung, yang terdapat dalam buku, jika kiranya nyambung dan dipahami pembaca serta disukainya..cukuplah…
Selamat membaca, dan insyaallah berkenan adanya.
Bilamanapun tidak, kumohonkan maaf atasnya..
Billahi taufik wal hidayah..fatma elly…
SEDIKIT CUPLIKAN
Oleh: Fatma Elly
SUATU SAAT, ia mengajak seseorang bicara, untuk ikut memperhatikan masalah Palestina, yang rakyatnya dibantai dan dibuat semena-mena oleh Israel.
Dan orang yang diajak bicara itu, merasa tidak senang dengan ini. Seperti terganggu.
Malah berkata sinis dengan wajah gusar:
“Aneh ya kamu ini. Orang sudah stress dan pusing memikirkan keadaan diri sendiri dan keluarga, akibat segala kenaikan harga, dengan morat-marit ekonomi yang tak keruan ini, dan macam-macam musibah, eeh kamu malah menyuruh memikirkan dan memperhatikan masalah Palestina, yang bukan negara kita, dan jauh lagi!”
“Apa kamu memang tidak mempunyai masalah? tidak mempunyai perasaan dan pikiran?,” akhirnya orang yang diajak bicara itu balik bertanya. Seraya meninggalkan pembicaraan dan dirinya, dengan raut wajahnya yang masam. Tidak mau lagi berbincang dan bercakap-cakap dengannya.
SEDANG IA SENDIRi, di dalam benaknya, hanya bisa berpikir dan bersuara:
“Apakah kamu juga tidak tahu, bahwa morat-maritnya ekonomi, bobrok hancurnya akhlak anak bangsa ini, hancur luluhnya kehidupan, tumpah-ruahnya kejahatan, salah satu penyebabnya adalah karena masalah Palestina itu?”
“Negara tirai atau pembatas, yang sengaja diciptakan Zionis untuk memecah belah umat Islam, di jantung mana agama dan umat itu dilahirkan. Mempertipis iman dan keislamannya, merusak akhlak dan amalnya?”
“Menggelayutinya dengan faham-faham dan ajaran serta ideologi, memperbodohnya dengan kezaliman, di atas hawa nafsu dan giuran setan? memperkaya, memuaskan hawa nafsu angkara terhadap dunia dan materialisme, kebebasan dan keserbabolehan, di atas dendam agama dan ideologi, sejarah peradaban dan hegemoni kekuasaan, yang pernah teraih?”
“Kesombongan dan kebanggaan, iri dan dengki, merasa sebagai ras ‘pilihan tuhan’, di mana bukan hanya dunia dan segala isi ini diperuntukkan bagi mereka, tapi juga surga?
“Sehingga mereka berpendapat, kalaupun mereka tersentuh neraka, hanya sekedar beberapa hari saja?”
“Dan mereka berkata: “Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja.”
Katakanlah: “Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?”. (Bukan demikian), yang benar, barangsiapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (QS 2: 80-81)
SEMENTARA ITU, ‘Dunia Dalam Berita’ memperlihatkan hal-hal yang memilukan. Membuat dada ibu itu lebih kesal dan sedih lagi.
SIAPA SIH YANG TEGA, melihat anak-anak, orang tua, perempuan, pemuda-pemudi, dengan wajah pucat pasi kemudian menjadi merah, histeris menangis, berteriak menahan kesedihan kemarahan, di hadapan mayat keluarga, dengan tubuh-tubuh mereka yang berlumuran darah, di atas dentuman peluru dan serangan bom Israel?
“Manusia yang tak memiliki hati nurani sajalah, yang mungkin cuek dan bermasabodoh!” Gerutunya geram.
INFORMASI yang disampaikan televisi, mempertontonkan kematian tiga orang pemuda Palestina. Mereka yang syahid diterjang peluru Israel.
Sementara dalam berita atau informasi tersebut, tidak pernah dikatakan seperti itu.
Paling-paling hanya dinyatakan; ’mati atau tewas’, dan bukan syahid!
Sedang alasan pembunuhan dan pembantaian, biasanya dikatakan sebagai; tindak balas Israel di dalam mempertahankan diri, atas serangan para teroris militan Palestina. Terutama Hamas dan Jihad Islam.
SUATU ARGUMENTASI yang menutupi aksi brutal Israel, di atas penindasan dan penjajahan yang mereka lakukan terhadap rakyat dan bangsa Palestina. Di wilayah dan tanah air mereka yang sah menurut sejarah!
SEKELUMIT SEJARAH
Bicara tentang sejarah, konon Yahudi dan Zionis mengklaim; bahwa Palestina adalah milik mereka. Atas status sebagai penduduk asli dari ‘tanah yang dijanjikan Tuhan’; anak cucu Ibrahim as, melalui Ishaq, Ya’kub, Daud, Sulaiman dan Musa a.s.
Padahal menurut Prof. Henry Cattan, seorang ahli sejarah dan hukum internasional kelahiran Jerusalem, berdasarkan penyelidikannya secara ilmiah dan objektif di dalam bukunya, “Plestine, The Arabs and Israel; The Search for Justice”, 1969, dinyatakan, bahwa orang-orang Israel itu bukan penduduk asli Palestina.
Orang-orang Israel, pada abad ke 12 sebelum Masehi, datang ke Palestina dari Mesir.
Setelah mereka ditaklukkan oleh tentara Romawi, mereka mengembara ke mana-mana. Terutama ke Eropa Timur, Tengah, Barat; sampai abad 18 dan 19, akhirnya menjadi orang Barat sama sekali!
Dan memang, dalam abad-abad itu, orang Yahudi mengalami pengejaran oleh orang-orang Barat asli.
Zaman ‘Diaspora’, atau zaman “perantauan akibat pengejaran” rakyat Yahudi di Eropa, sangat memilukan.
Oleh karenanya, ‘dapat dipahami’, bahwa gerakan orang-orang Yahudi dalam perantauan dan pengejaran untuk memperoleh sebuah perumahan bangsa Yahudi tersendiri, mendapat simpati dan dukungan Inggris!
WAKTU INGGRIS merencanakan untuk memberikan wilayah perumahan Yahudi di Kenya, jajahan Inggris di Afrika, di sana terdapat tanah dataran tinggi yang subur. Iklim yang baik sekali bagi orang Yahudi dari Eropa.
Tetapi, sewaktu Perang Dunia Pertama, melihat betapa vitalnya wilayah Palestina bagi negara-negara Barat, khususnya Inggris, yang melihat taktik dan strategi Jerman menyerbu ke Timur Tengah melalui Turki, demi membangkitkan sentimen anti Inggris di kalangan Dunia Arab, terjadilah perubahan niat Inggris tersebut.
Wilayah Palestina yang mandatnya pada waktu itu dipegang oleh Inggris, merupakan suatu “soft under belly”; suatu kawasan vital, ibarat bagian perut bawah yang lemah, yang dapat membahayakan posisi strategi Inggris di Timur Tengah.
Dan itu pulalah, yang menyebabkan perubahan politik Inggris untuk memindahkan konsepsi perumahan bangsa Yahudi dari Kenya, ke Palestina. Hal mana, memang menjadi tuntutan oleh mayoritas kaum Zionis Internasional, berdasarkan Kitab Injil kuno dan agama Yahudi.
Itu pula, latar belakang yang menyebabkan lahirnya Deklarasi Balfour tahun 1917.
(Dr Roeslan Abdoelgani pada artikel ‘Solidaritas Indonesia terhadap Palestina: Suatu Tinjauan Historis, yang disampaikan pada Diskusi Pekan Persahabatan Indonesia-Palestina, yang diselenggarakan oleh BKK-KUA Universitas Islam Indonesia, di Yogyakarta, 13-18 Januari 1992. Di dalam buku: “Palestina, Solidaritas Islam Dan Tata politik Dunia Baru, editor: M. Riza Sihbudi & Achmad Hadi, Pustaka Hidayah, 1992, hal 112-113)
PENGKLAIMAN Yahudi Zionis terhadap Palestina sebagai pemilik sah tanah tersebut, dan bagaimana Israel, Amerika Serikat, Eropa, banyak melakukan kezaliman dan ketidakadilan, menindas dan memperkosa hak-hak asasi bangsa dan rakyat Palestina, menjadikan perempuan itu teringat pula pada pernyataan Presiden Iran, yaitu Mahmoud Ahmadinejad; Yang menyerukan agar Israel ‘dihapuskan dari peta dunia’.
Yang lalu dengan pernyataannya itu, menjadikan elite pemerintahan Amerika Serikat dan sekutu Zionis, menjadi sangat berang!
“PADAHAL WAJAR,” pikir ibu itu lagi sambil merenung, “kalau sampai Presiden Iran tersebut menjadi geram dan mengeluarkan pernyataan seperti itu.
Karena bukankah, kebrutalan dan kezaliman Zionis Israel, telah membuat rakyat dan bangsa Palestina menderita?
"Nyata, Israel dengan Zionismenya itu, memang ingin menghilangkan identitas Palestina sebagai sebuah bangsa.” Hati si ibu kembali bergemuruh dengan rintihan.
Mengingat pembantaian, pembunuhan, pengusiran, pemukiman warga Yahudi secara paksa di wilayah Palestina.
Suatu aksi ‘ethnocide’, di atas pembalasan genocide yang dilakukan Jerman dengan tokoh faksisnya Hitler, kepada bangsa Palestina, yang notabene sama sekali tak ada sangkut-pautnya dalam hal itu!
PERBUATAN ANEH, tak masuk di akal sehat, karena pembalasan dan kezaliman yang dilakukan bangsa lain terhadap mereka, malah ditimpakan, dan dijadikan sasaran pembalasan kepada bangsa Palestina, yang tidak melakukan itu, dan tidak bersalah sama sekali!
TRAGI DAN IRONINYA, rakyat dan bangsa-bangsa di dunia, hanya menjadi ‘penonton’.
OKI dan Liga Arab, sebagai ‘macan ompong’, tak bisa berbuat sesuatu yang berarti, di atas kezaliman dan ketidakadilan ini!
KEKESALAN DAN KEGERAMAN perempuan itu, semakin melanda. Wajahnya merah, sinar matanya garang!
SELAMA MEMEGANG kekuasaan di Palestina, Inggris telah mengizinkan orang Yahudi dari berbagai penjuru dunia, terutama Eropa, pindah secara besar-besaran ke Palestina.
Pada tahun 1919 saja misalnya, orang Yahudi di Palestina hanya berjumlah kurang lebih 58.000 orang. Tetapi pada tahun 1936, orang Yahudi telah berjumlah 348.000 orang.
Apalagi ditambah dengan pembelian tanah yang dilakukan mereka pada orang Arab.
Padahal, selama pemerintahan Ottoman Empire, Khilafah Utsmaniyah, orang Yahudi tidak dibolehkan membeli tanah di Palestina. (Lukman Harun, “Partisipasi Dan Solidaritas Rakyat Indonesia Di dalam Membantu Perjuangan Palestina: Pendekatan Sejarah” Di dalam buku: “Palestina, Solidaritas Islam Dan Tata politik Dunia Baru, editor: M. Riza Sihbudi & Achmad Hadi, Pustaka Hidayah, 1992, hal 118)
“14 Mei 1948, Yahudi memproklamirkan kemerdekaan. Menyatakan berdirinya negara Israel.
Sedang sebelumnya, resolusi PBB No.181 tahun 1947 menyatakan; bahwa wilayah Palestina dibagi menjadi dua bagian; satu negara Arab Palestina, satu lagi negara Yahudi.
TAPI ANEH, hingga saat ini, ‘Negara Palestina Merdeka’, tidak juga terealisasi. Penjajahan dan penindasan Israel, semakin menjadi-jadi. Apakah dalam bentuk ‘keinginan yang harus diperturutkan, atau kesombongan yang menghinakan’.
Meskipun PBB telah mengeluarkan begitu banyak resolusi. Baik resolusi 242 tahun 1967 dan 338 tahun 1973. Yang meminta agar Israel mundur dari wilayah yang diduduki setelah perang 1967 dan 1973.
SEMENTARA ITU, pemukiman dan kezaliman terhadap wilayah dan rakyat Palestina, semakin bertambah-tambah.
Balita atau anak-anak kecil, orang tua atau wanita, apalagi lelaki, remaja, pemuda serta orang dewasa, mereka bantai dan bunuh tanpa pandang bulu.
Disiksa dan dipenjarakan. Di tempatkan pada kamp-kamp pengungsi yang kumuh, tanpa mengenal rasa kemanusiaan.
ANEHNYA, tidak sampai sepekan setelah pernyataan George Bush di Annapolis, Maryland, Amerika Serikat, November 2007, yang menjanjikan Palestina Merdeka, berdasarkan Perikatan Perjanjian Perdamaian Oslo, dengan ‘Peta Jalan Damai’ nya, Israel sudah membangun ratusan rumah pemukiman Yahudi di Jerusalem!
WAJAH IBU itu semakin merona merah atas ingatan ini. Hatinya tertimbun geram dan jengkel pula, atas kelakuan Amerika Serikat dan Israel itu.
“Tak pelak, kalau George Orwell, atau Noam Chomsky, sebagai pakar linguistik, melukiskan bahwa telah terjadi manipulasi kata dengan pengalihan makna.
‘Perjanjian Perdamaian’, bisa saja berubah menjadi, ’peperangan atau nyerah total,’ di atas kemauan dan keinginan,” pikirnya. (Kenapa Palestina; Renungan Seorang Ibu”, Fatma Elly, Establitz, 2008)
Begitulah ‘Sedikit Cuplikan’ yang bisa kutampilkan saat ini. Mengingat serangan Israel atas kapal kemanuisaan, yang ingin membantu rakyat Palestina Khususnya di Gaza, yang telah mengalami pemboikotan selama empat tahun.
Suatu duka cerita bangsa dan rakyat Palestina yang dijajah di atas tanah air mereka sendiri.
Yang telah diprmainkan mereka yang berkuasa dan sedang memegang hegemoni kekuasaan, di atas, dan di tengah politik kepentingan diri, Negara dan bangsa lain, dari mereka yang tidak peduli…
SUATU IRONI DAN TRAGEDI, yang bisa saja membuat mata mereka yang memiliki hati dan rasa, menitikkan titik-titik airnya…
Atau mereka yang acuh dan beku hatinya..tak mau melayangkan sejenakpun mata dan pandangnya ke sana…apalagi membantu atau membela…
Wallahu a’lam
Langganan:
Postingan (Atom)
